Fenomena FPI di seputar blog-blog yang ada di WordPress.com

June 5, 2008 by Wim Permana

fpi

FPI sedang beraksi. Ini sebenarnya benar atau salah atau ada opsi ketiga mungkin?

Membincangkan masalah benar atau salahnya FPI sungguh sangat menarik. Tapi sayang, ini bukan wilayah saya. Saya adalah seorang mahasiswa ilmu komputer, bulan Mei kemarin kebetulan saya baru saja lulus dengan IPK yang tidak terlalu tinggi. Alhamdulillah (tapi penting nggak sih). Ya nggak lah :)

Lalu apa yang bisa saya kaji dari masalah ini. Sebenarnya banyak, tapi di sini saya akan membatasi diri pada fenomena media massa saja, khususnya yang berbasis web, yakni blog dalam memberitakan dan mengadu opini seputar kasus ini. Bahan-bahan yang saya ambil adalah tulisan-tulisan (posts) yang terserak di situs WordPress.com. Kenapa WordPress.com dan bukan yang lain? Karena halaman Top Post yang ada di WordPress.com versi Bahasa Indonesia akan memudahkan saya untuk menemukan topik yang paling hangat di kalangan blogger Indonesia saat ini.

Selamat menyimak …

Petunjuk singkat:

nanti di ujung post saya ini anda akan bisa menebak kenapa sampai seorang anak ilmu komputer seperti saya dan dua teman saya tertarik dengan isu-isu panas seperti ini.

Blog-blog itu …

Seperti biasa, para blogger yang menulis isu-isu terkait dengan FPI sebenarnya tidak banyak, kecuali sesudah terjadinya peristiwa Monas minggu, 1 Juni kemarin. Dari halaman 100 post terpopuler WordPress Indonesia, tercatat sekitar puluhan blog yang mengangkat isu ini.

Catat bahwa saya tidak ingin meringkas isi puluhan blog tersebut terkait dengan kasus FPI ini. Karena ini bukanlah sesuatu yang ingn saya tunjukkan. Apa yang ingin saya kedepankan justru pada “posisi blog-blog itu terkait dengan status mereka selaku sebuah media baru“.

Usut di usut, saya ingin membagi blog-blog yang memuat isu tentang FPI tersebut ke dalam beberapa kategori. Antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai penyebar berita tok!

Apa yang saya maksud dengan penyebar berita di sini adalah post di blog yang tujuannya hanya untuk menyebarkan atau mengumandangkan apa yang sudah terjadi. Dalam hal ini, si penulis menerbitkan berita, bisa itu tulisan sendiri atau hanya berupa salinan dari situs atau blog lain, tanpa memasukkan unsur-unsur opini atau tendensi pribadi di dalamnya.

Hasilnya? Tidak ada! (Kalau ada beri tahu ya)

Catatan:

Saya sudah menelusuri beberapa blog yang menggunakan judul tulisan yang sifatnya terkesan informatif tapi hasilnya tetap nihil. Ketika saya mengunjungi blog-blog itu lalu membaca satu per satu tulisannya, saya berpendapat bahwa umumnya para blogger tidak pernah sedikit pun melepaskan tulisan mereka dari opini mereka sendiri. Pun kalau ada sesuatu yang sifatya informasi, itu hanyalah link-link yang menuju ke situs media-media besar seperti Kompas atau detik.

2. Sebagai penyebar berita sekaligus pembangun opini

Dari namanya anda sudah paham bahwa di dalam tulisan atau blog yang kami cantumkan ini, informasi yang ditampilkan berfungsi untuk mendukung opini si empunya blog.

Maula – Masyarakat Universal Lintas Agama dengan post berjudul “Sejarah kekerasan FPI (2001 – 2008)“.

Melihat judulnya saja kita akan tahu apa yang diungkit dalam tulisan ini. Didalamnya berisi semacam milestone “kejahatan” yang sudah dilakukan oleh FPI. Mulai dari sweeping kafe sampai ke bentrok dengan pendukung ormas lain atau bahkan dengan TNI Polri itu sendiri. Lengkap dengan sumber dari beberapa media online populer seperti Detik dan Sinar Harapan.

Komentar saya: ingin mengingatkan saja, dulu waktu pasca bencana Tsunami di Aceh, FPI termasuk ormas yang paling lama bertahan di sana. Kok tidak masuk dalam data ya? Ya jelas lah … namanya juga sejarah kekerasan. hei bung, ini blogku, wilayah kekuaasaanku.

Usul: kalau bisa si penulis lansung memberikan atau menempatkan link ke sumber yang diambil per uraian. Jangan cuma di bawah saja. Terkesan kurang serius. Tapi untuk daftar sepanjang itu. Usaha si penulis sudah layak dibilang bagus dan patut acungan jempol.

Catatan:

Ters terang saya cukup kesulitan menelusuri blog-blog yangmirip seperti ini. Jika anda tahu lebih, mohon beritahu saya melalui komentar anda atau langsung saja masukkan ke dalam liga terkait FPI yang ada di situs Blog League. (Anda harus mendaftar dulu sebagai user).

3. Sebagai wadah ekspresi atau opini si penulis

Ini adalah kategori di mana para blogger banyak terkumpul. Blog-blog yang saya masukkan ke sini lebih cenderung untuk menyajikan opini atau analisis mereka sendiri kepada pembacanya.

Berikut blog-blog yang saya maksud:

a) Daeng limpo Si Pembawa Kabar dengan post berjudul “Beberapa saran untuk FPI (Front Pembela Islam)“.

Tulisan Daeng murni opini. Beliau menawarkan enam poin yang bagus untuk dibaca oleh orang non-FPI, tapi saya rasa tidak demikian kiranya jika dibaca dengan orang-orang FPI sendiri. Salah dua dari keenam opini yang menarik adalah sebagai berikut:

“Buatlah FPI ini seperti Muhammadiyah atau NU, yang lebih mengedepankan aspek sosial kemasyarakatan dalam menjalankan organisasinya. Kirim anggota FPI untuk berdakwah dalam rangka memperteguh akidah umat Islam yang ada, lakukan bakti sosial seperti donor darah, kerja bakti.”

“Jangan mau dijadikan “bumper” untuk pengalih perhatian dari masalah BBM atau masalah lain yang sedang membelit penguasa. Kalau dapat jadilah pelopor untuk membangun masyarakat muslim Indonesia yang sejahtera.”

b) O. Solihin – katakan kebenaran itu meskipun terasa pahit dengan post yang berjudul “‘Penyerangan’ FPI Vs ‘Provokasi’ AKKBB

Dalam tulisan yang apik nan panjang ini, O. Solihin mencoba untuk menunjukkan bahwa FPI tidaklah sejelek apa yang sudah ditudingkan oleh banyak orang seperti sekarang ini. Ada tujuh poin panjang dalam tulisan ini. Yang membuat saya tertarik adalah pada pon ke empat. Simak dulu kutipan berikut ini:

“Setidaknya ini (baca: kemungkinan adanya strategi intelijen yang anti dengan FPI atau Islam) saya dapatkan dari sebuah makalah presentasi yang ‘lolos’ ke tangan saya tentang aktivitas intelijen. Apalagi gerakan seperti FPI kelihatannya sangat mudah untuk ‘disusupi” dan “dipanas-panasi”.”

Hmmm, pendapat ini sebenarnya menarik, media-media besar Indonesia seperti tempo atau Kompas pasti bernafsu untuk melihat dan memeriksanya. Tapi tentu saja, mana buktinya? Bukta bahwa makalah itu benar-benar seperti yang diungkap tadi. Bukankah di era MS PowerPoint seperti ini membuat dan mengedit makalah menjadi teramat mudah.

c) Suluh numpang nulis – … Cuma lagi pengen nulis dengan tulsain yang berjudul “Saya FPI!! Ayo Siapa Yang Berani!! Maju Sini!!

Ini adalah opini si penulis terkait isu FPI yang menggunakan puisi sebagai bentuk satire terhadap keberadan juga aksi FPI.

Dari segi isi saya kira si penulis sudah terbilang bagus. Artinya, orang-orang FPI atau para simpatisannya tentu akan merasa tersindir dengan puisi semacam ini. Lalu bagaimana dengan aspek seninya? Hmmm, silahkan menilai sendiri. Tenang, si penulis sudah membuka fitur komentar, jadi para pembaca tidak usah ragu-ragu dalam menyikapi puisi ini.

d) Berbagi Cerita.. – be a better man, for a better destination dengan post yang berjudul “Insiden Monas: Pemerintah Harus Bertanggung Jawab

Tulisan ini sungguh menarik, alih-alih ikut mengomentari soal FPI dan AKKBB, si penulis justru menyasar ke Pemerintah dan TNI Polri selaku pihak yang dianggapnya kurang tegas dalam menyelesaikan kasus Ahmadiyah yang dianggapnya sebagai akar masalah kasus ini.

Di akhir tulisan, si penulis memberikan kesimpulan yang menurut saya tidak terlalu elegan:

Kita lihat, seberapa cerdas Pemerintah kita memandang permasalahan ini. Kalau kemudian sama seperti POLRI yang mengalihkan penyerangan kepada para mahasiswa di UNAS lalu dengan kasus Narkoba, atau beberapa contoh yang saya paparkan di atas. Berarti benar: Sudah saatnya SBY-JK diturunkan.

Komentar saya:

Soal POLRI, UNAS dan Narkoba, ini masih belum jelas terungkap. Ada kemungkinan bahwa narkoba itu memang benar milik mahasiswa atau justru milik POLRI sendiri. Nah, karena ini masih polemik harusnya si penulis tidak gegabah meletakkan sesuatu yang seperti ini di tulisannya. Jadi kotor deh kredibilitas anda.

Terkait penurunan SBY-JK adalah isu yang lebih penting lagi. Hemat saya, jika kita mau belajar dari pengalaman Indonesia yang sudah-sudah, saya pikir akan sangat lucu kalau kita selalu berkesimpulan bahwa masalah negara ini akan selesai dengan sendirinya manakala pemimpinnya diganti.

e) Bumi Prabu – Berbagi untuk menikmati hidup dengan post yang berjudul “FPI vs Gus Dur

Tulisan di blog ini lebih melihat kepada masalah perpecahan umat islam di Indonesia. Khususnya antara para pendukung NU dan FPI. Si penulis sungguh sedih atas apa yang sudah terjadi, tidak hanya atas kejadian 1 Juni kemarin tapi beliau juga mengungkit kembali istilah “Devide et empera” penjajah kolonial.

Si penulis hanya bersedih karena “Umat Islam di Indonesia selalu jadi ajang untuk di pecah belah“. Ia bingung dengan tanya “Kita mau ikut siapa?, Kita mau dibawa kemana?“. Terakhir, dia khawatir kalau bangsa ini sebenarnya sedang dipecah belah oleh oknum yang antah berantah.

f) Mahmudin – Belajar jadi manusia ” dengan tulisan yang berjudul “Bubarkan FPI..???

Inti dari tulisan ini jelas sekali, si penulis menghimbau dan menggiring pembacanya untuk beropini bahwa sebenarnya FPI itu tidak perlu dibubarkan karena yang salah bukanlah organisasinya, melainkan cara dakwah atau aksi mereka.

Hal lain yang cukup menarik dari tulisan ini adalah adanya penganalogian yang dibuat oleh penulis dengan meletakkan FPI sebagai ormas yang mirip dengan apa yang sudah ada di Bone. Sebuah ormas yang positif, yang kehadirannya bisa menurunkan bahkan melenyapkan tingkat kejahatan di daerah itu. Wow …. yang tidak ada datanya.

g) Artikel Islami – Blog Pembela Ahlus Sunah dengan post berjudul “CSIS versus FPI

Si penulis sepertinya hanya menjadikan postnya sebagai “kepanjangan tangan” dari post yang ada di blog “Membela sunah memberantas bid’ah”. Inti opini mereka adalah bahwa dalang dari semua dalang (maha dalang) dari kerusuhan 1 Juni kemarin adalah lembaga terkenal dengan sebutan, CSIS atau Center for Strategic and International Studies.

Sejumlah nama tokoh populer disebut-sebut dengan lantang di sini. Di antaranya; Azyumardi Azra, Frans Magnis Suseno, dan Dawam Rahardjo yang konon merupakan aktor di balik beberapa kisah kelam bangsa ini.

Lalu apa yang salah? Mana buktinya bung? Kutipan berikut jelas belum layak untuk dijadikan sebagai bukti otentik:

“Siapa mereka ini? Siapa saja anggotanya? Diantara anggota-anggota mereka yang sering muncul ke permukaan adalah mereka-mereka yang sering membela kelompok sesat dan para pelaku ma’siat. Mereka adalah para pembela pelaku goyang erotis. Itulah mereka yang muncul ke permukaan. Anda sering melihat Ulil Abshor didampingi oleh Frans Magnis Suseno dan Azyumardi Azra, serta Dawam Rahardjo. Apakah mereka dari kalangan Kristen, NU, dan Muhammadiyah? Agak diragukan. Anda ingat Gus Dur yang sering membela Inul dan para pegoyang erotis? Gus Dur, ketika menjabat sebagai Presiden, telah mencabut Kepres yang dikeluarkan oleh Ir. Soekarno berkenaan pelarangan AMORC dan organisasi Masonic lainnya. Itulah salah satu kontrak antara Gus Dur dan kelompok ini. Mereka adalah CSIS.”

Sebenarnya masih ada banyak tulisan, tapi tujuh saja sementara seharusnya cukup. Tulisan-tulisan lain yang sekiranya mengangkat isu-isu tentang FPI bisa dimasukkan sendiri di dalam liga “Kasus FPI (Front Pembela Islam) di Indonesia” yang sudah dibuat di situs Blog League.

Catatan:

Oh ya, Blog League adalah situs baru yang masih dalam tahap beta. Meskipun demikian, calon pengguna sudah bisa menggunakannya dengan memasukkan email plus blog mereka sebagai alat agar bisa mendaftar di dalamnya.

Kalau sudah bisa masuk, nanti pengguna bisa memasukkan tulsian-tulisan yang menurutnya layak masuk ke dalam liga yang diinginkannya. Tujuannya jelas; memudahkan para pengunjung untuk melihat tingkat popularitas suatu topik sekaligus menilik post-post apa yang banyak didukung di sana. Namanya juga liga, di sini user bisa memberi penilaian (vote) kepada tulisan yang dianggapnya “lebih” dibanding tulisan yang lain. Lalu apa untungnya buat para kontestan yang tulisannya masuk ke dalam liga? Sederhana saja; anda akan dapat banyak teman sekaligus traffic. Iya nggak? Sesuai dengan tagline situs ini: where leagues means friendships and traffic.

Image Courtesy of Flickr

What Giga Startup is all about?

May 10, 2008 by Wim Permana

My dear friend,

If you have found web 2.0 startups and want to get reviewed for free yet exclusively. Please send me your startup’s information to wim@scholarscamp.com. I will try to deliver it into this blog genuinely.

Every week, I’ll try to review some startups. For the sake of desire and passion. What I’m trying to do here is not to copy what Arrington had done with his TechCrunch (no, that’s hard). Instead, I just want to see how far can I go with three gigabytes free spaces WordPress had given to me.

Tipping me on news is easy, just send me your startup domain name then I’ll do the rest.

Sincerely,

Giga Startup Founder

Wim Permana